Selasa, 01 November 2011

Bimbingan dan Konseling Industri

Bimbingan dan Konseling Industri

Nama              : Nasili
Kelas              : Vb
Jurusan           : Pendidikan Bimbingan dan Konseling


Konseling di dunia industri memiliki space yang sangat luas, karena sebenarnya kita sedang membicarakan mengenai apa itu industri, siapa konselornya, karyawannya (sebagai konseli), dan sistemnya. Dunia industri memang berjenjang dan bisa dikategorikan. Namun, tidak sama halnya dengan sekolah (yang rata-rata usia anak SMP 12-15 thn), konseli di dunia indsutri sangat beragam, baik dari segi usia maupun latar belakang karyawannya. Secara rasial, di dunia industri pun orangnya sangat beragam. Berbeda halnya dengan sekolah yang masih bergenre_ sekolah kristen, sekolah islam, dan sekolah kejuruan, misalnya. Sekali datang ke dunia industri, kita akan menemukan komunitas-komunitas yang unik. Namun, satu hal yang bisa dicirikan dari karakteristik orang-orang di dunia industri; mempunyai visi dan misi yang sama untuk perkembangan karir dan perusahaan.
Jika menyinggung tentang kata industri, kita akan dihadapkan pada dua hal, yaitu industri di bidang jasa dan industri di bidang produk. Ini secara umumnya, karena untuk pembagian industri sendiri banyak macamnya (masih ingat mengenai pelajaran geografi SMA? Bahasannya lebih lengkap).
Namun, yang menarik di sini adalah industri di bidang jasa, karena di kota besar seperti Jakarta banyak sekali industri jasa yang berkembang (kan Jakarta tidak punya lahan luas untuk membangun pabrik). Di Jakarta, kita mengenal pusat perniagaan yang bergengsi seperti Sudirman, Thamrin, dan sekitarnya. Ada sekelumit cerita yang bisa dijadikan model untuk mewakili konseling industri (ini baru orientasi). Sisanya, biar para ahli yang menganalisis.
Kasusnya seperti ini: ada sebuah perusahaan yang mengkombinasi konsep-konsep konseling ke dalam schedule hariannya. Kalau dianalogikan, seperti bimbingan dan konseling di beberapa SD yang belum memiliki konselor. Sebut saja Perusahaan X. Menurutku, muatan konselingnya sangat padat dan bergizi (karena berorientasi pada praktek dan hasil). Kita analisis bahan-bahannya (seperti menu masakan).

Morning
Istilah sederhana ini mengandung motivasi yang sangat tinggi, karena di kata “morning” ini diselipkan senyuman yang manis. Uniknya lagi, pada sore hari karyawan di kantor ini juga saling menyapa dengan kata “morning”, karena harapannya, semangat karyawan di sore hari sama halnya seperti di pagi hari.

Game more and more
Ada beberapa game yang sering dimainkan, dan ini jitu sekali untuk menghangatkan suasana. Game-nya juga tidak asal dan sembarangan, karena leader-nya tahu permainan apa yang harus dimainkan oleh 30 orang, dan permainan apa yang mesti dimainkan oleh tujuh orang. Yang paling penting adalah game yang melatih konsentrasi (yang berisikan jebakan-jebakan), game yang berisikan tentang team work, creativity, dan hustle (bertindak cepat). Game ini selalu ada di setiap hari.

Meeting yang Bermuatan Konseling
Seperti biasa, meeting selalu diawali dengan cerita yang menarik, pembangun motivasi, dan ada feed back-nya (tergantung dari isi cerita). Yang jelas, ada urutan dan langkahnya. Semuanya diawali dengan sistem yang baik.

Have Fun
Kerja di perusahaan ini kuncinya adalah have fun. Semua karyawannya mengalami sesi katarsis (mengucapkan kata-kata atau yel yang membangun semangat), ada exercise yang ringan namun tetap enerjik, dan ada juga positive joke.

Build Team
Di sini semua orang bisa berkembang. Ada team-team yang terbentuk secara alami dan sesuai dengan sistem. Team ini membantu para anggotanya untuk saling sharing dan berkembang dengan cepat. Team juga membantu mengembangkan leadership. Team ini selalu berorientasi pada proses belajar yang baik, karena leader di team ini selalu memberikan materi training yang bagus.

Set Goal Bareng
Ide yang bagus buat team. Team bisa membuat kompetisi untuk menumbuhkan kekuatan dan motivasi. Goal bisa mempercepat langkah untuk mencapai tujuan. Dengan adanya goal, bisa menerapkan juga reward & punishment.

Nah, dari bahan-bahan yang sederhana ini ke depannya, akan dirumuskan konsep yang lebih jelas mengenai bagaimana seharusnya konseling di dunia industri (tetapi masih dalam skala kecil).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar